Syair " SENJA KU "

Diposting oleh coLexs pada 17:19, 27-Agu-15 • Komentar (0)
SENJA KU Di setiap jejak langkah yang tertinggal Kan tercipta kisah dengan warna berbeda Dasar putih pun ;mampu menjadi kelabu Hadirkan rasa merangkai kenangan Kisah selalu bergulir seiring detik yang terlewati Berganti dan terus berganti pada setiap episode yang tersaji Bila lelah tak sanggup hinggapi hati Maka rindu, kan setia abadi terpatri Akhir sebuh kisah ;tak selalu sama Perubahan terjadi tanpa mampu terkendali Jika hati sanggup menyadari Biarkan kisah berjalan sesuai warnanya Jangan paksa rasa suci Hancurkan logika Karena logika tak jauh berbeda dengan Lo Gi La Senjaku yang tak merona Kabut asap menyelubung... [Baca selengkapnya]

Syair "AWAL PAGI"

Diposting oleh coLexs pada 17:20, 26-Agu-15 • Komentar (0)
AWAL PAGI Masih ku dengar kicauan burung yang bernyanyi riang, menyambut pagi dengan hati senang. Embun masih menempel pada daun, menunggu hangat mentari membuatnya menguap ke udara. Sementara sisa air mata masih menggenang, tentang hati yang tak bisa lagi menyimpan kerinduan. Mengikat erat dalam peraduan, tak kan berlari lagi dalam pelarian. Cukup sudah ;sang pembuat luka bermain dalam aksara. Melepaskan rasa ;yang menyesakan dada. Kembali... ;pada pagi yang menyapa ramah. Meskipun raga terkulai lemah. Pagiku akan selalu sama. Siap melangkah, meski ada luka. Senyuman mengembang... [Baca selengkapnya]

Syair "ZAMAN BRENGSEK"

Diposting oleh coLexs pada 16:02, 15-Agu-15 • Komentar (0)
ZAMAN BRENGSEK. Hujan tak lagi berwajah Segerombol bocah bertanya - tanya Mengapa langit - langit pucat? Mengapa mata - mata itu tak melihat? Masihkah telinganya mendengar?! Teriakan!! suara - suara perut kelaparan Yang tercekik oleh peradaban zaman Dan di jejali sebotol arak memabukan Oleh para tuan - tuan Masihkah matanya melihat!! Darah manusia yang menantang kelam kehidupan Diatas tiang kemiskinan, yang menunggu waktu Namun apa pula yang di tunggu? Apa kematian akibat kelaparan? Karena...... Kikisnya peradaban Oleh... [Baca selengkapnya]